Melukiskan apa yang Saya pikirkan. Nazwa, Indonesia. Sketsa, ilustrasi, dan sedikit cerita di balik garis-garisnya. Sebagian gambar di sini lahir dari rasa terima kasih.
Minggu, 24 Mei 2026
Ngemut Driji
Lukisan ini menceritakan sebuah pergulatan batin yang sangat intens dan intim, di mana esensi utamanya berpusat pada tindakan subjek yang sedang mengemut dan memasukkan dua jari ke dalam mulutnya. Gestur memasukkan jari ke dalam mulut secara psikologis dan naratif sering diasosiasikan dengan tindakan regresif seketika seperti mencari ketenangan (mirip insting bayi yang mengisap jari), menahan jeritan batin, atau sebuah bentuk kecemasan ekstrem (anxiety) yang mendalam. Penggambaran figur religius Hasidik yang melakukan tindakan ini menceritakan sisi manusiawi yang sangat rapuh, di mana aturan atau dogma eksternal yang kaku runtuh oleh tekanan mental atau konflik internal yang sedang ia alami secara personal.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Tebelah dan Keduniawian
Cerita di balik lukisan ini mengisyaratkan sebuah momen kontemplasi yang intim dan mendalam. Dengan membelakangi pengamat, sosok tersebut ta...
-
"It's connected to Rabbi Shimon bar Yochai, a great sage who, according to tradition, passed away on Lag B'Omer and asked that ...
-
Pernahkah melihat fenomena rambut jambang (payot /sidelock ) kelihatan kurang atmosfer menyentuh pada esensi budaya Hasidik? Tentu saja, Say...
-
Seseorang dari komunitas agama yang sangat konservatif dan memegang teguh tradisi merasa harus membuat pernyataan publik yang sangat persona...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar