Gambar ini mengisahkan momen istirahat atau kontemplasi di tengah alam. Meskipun mengenakan pakaian formal keagamaan yang rapi, pria tersebut memilih untuk melepaskan penat dan berbaring langsung di atas rumput. Ini menunjukkan keseimbangan antara ketaatan menjalankan tradisi kehidupan sehari-hari dengan kebutuhan manusiawi untuk menyatu dengan ketenangan alam.
Melukiskan apa yang Saya pikirkan. Nazwa, Indonesia. Sketsa, ilustrasi, dan sedikit cerita di balik garis-garisnya. Sebagian gambar di sini lahir dari rasa terima kasih.
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
Antara Teks dan Tanah
Sering kali kita menilai sebuah kelompok hanya dari apa yang tampak di permukaan atau berita. Melalui cerita ini, saya ingin mengajak pembac...
-
"It's connected to Rabbi Shimon bar Yochai, a great sage who, according to tradition, passed away on Lag B'Omer and asked that ...
-
Malam perlahan turun di sudut kota tua, melarutkan langit ke dalam warna ungu pekat yang pejal. Udara dingin mulai menggigit, namun nampakny...
-
Aku akan melihat kayu sebagai rangka tembok bangunan, Aku akan melihat buku sebagai tuan tahu segalanya, Aku akan melihat kertas putih sebag...

Tidak ada komentar:
Posting Komentar